Langsung ke konten utama

Nada, Buah Hatiku 🌸

Nada, sebuah nama yang mengandung makna 'kebaikan' dan 'keberkahan' dalam bahasa Arab, menjadi sumber kebahagiaan bagi keluarga kecil kami. Harapan baba dan ummi tersemat dalam doa agar Allah senantiasa melimpahkan kebaikan-Nya dalam setiap langkahmu, nak.

Lima bulan yang lalu, ummi melahirkanmu. Peristiwa bersejarah itu membawa kembali keajaiban dalam hidup ummi. Dengan izin Allah, kamu, si kecil yang kami sebut Nada, lahir dalam keadaan sehat, membawa kebaikan dan keberkahan yang melimpah bagi keluarga ini.

Nada, terimakasih sudah memilih ummi sebagai ibumu.

Mungkin nanti, ketika kamu tumbuh dewasa, kamu akan tahu bahwa ummi, seorang ibu yang masih terus belajar, penuh cela, dan memiliki kekurangan, senantiasa membersamaimu. Besar harapan ummi, Nada tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih baik, anak perempuan yang bermimpi besar, hidup dalam keselamatan dan kebahagiaan. Setiap langkah hidupmu menjadi jejak kebaikan dan harapan yang memancar, menandai perjalanan keluarga ini. Kami bersyukur memilikimu, Nada, sebagai anugerah terindah dalam hidup kami.

Semoga nanti, ummi bisa menjadi sahabatmu, orang pertama yang kamu cari saat kamu senang ataupun susah. Semoga langkahmu senantiasa dalam penjagaan-Nya.

Salam sayang,

Ummi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu Ini Tak Pernah Selesai

"Ayah Memang Jauh, Tapi...." Masa kecilku bukanlah masa kecil yang biasa. Aku tidak tumbuh bersama ayah di rumah seperti anak-anak lain. Ayah bekerja di kota yang jauh, di tempat yang menurutnya tidak cukup baik untuk pendidikan anak. Aku hanya bisa berbincang dengan ayah melalui telepon atau MMS - aplikasi pesan yang dapat mengirimkan gambar, mendengarnya dari cerita ibu yang menceritakan tentang kesehariannya. Kami, ibu dan aku, tinggal di rumah kecil di sebuah daerah, yang terpisah sejauh 254km dengan tempat ayah berada, tempat yang penuh dengan kerja keras dan usaha, tetapi menurutnya tidak cocok untuk membesarkan anak. Aku ingat betul, setiap kali ada libur sekolah atau saat aku merasa sangat rindu padanya, aku akan menunggu telepon dari ayah. Itu adalah saat-saat yang paling aku nantikan. Ayah akan bercerita tentang pekerjaannya yang menakjubkan, dan tidak pernah lupa mengingatkanku untuk belajar dengan rajin. "Ayah ingin kamu jadi orang yang sukses, yang tahu baga...

Semoga Dunia Ramah pada Langkahmu

Aku tidak pernah benar-benar merasa pantas berdiri di depan kelas. Ada pagi-pagi ketika aku berhenti sejenak di depan pintu ruang kelas. Menarik napas perlahan, lalu bertanya dalam hati, "Apa hari ini aku cukup untuk mereka?" Aku bukan dosen yang lahir dengan keyakinan sebesar langit. Aku datang membawa banyak tanda tanya. Tentang materi yang mungkin belum kusampaikan sebaik mungkin. Tentang jawaban yang kadang masih harus kucari lagi setelah kelas selesai. Tentang diriku sendiri, yang ternyata masih sama seringnya belajar seperti mereka. Mungkin itulah sebabnya aku tidak pernah melihat mahasiswa hanya sebagai orang yang harus mendapat nilai. Aku melihat mereka sebagai manusia yang sedang bertumbuh. Ada yang datang dengan mimpi besar. Ada yang datang dengan mata sembab karena semalam belum sempat tidur. Ada yang diam sepanjang kelas, bukan karena tidak peduli, melainkan karena hidup sedang terlalu bising di luar kampus. Aku tidak pernah tahu cerita lengkap mereka. Karena itu,...

Disiplin, Kebersamaan, Cinta (Lokasi) Lingkungan, Hati-hati Terjebak!

Hi, glasses-B ! Untuk pembaca baru, Bela ucapkan selamat datang dan semoga tulisan di blog ini memberi manfaat. Pada kesempatan kali ini, Bela akan bahas tentang semboyan yang selalu diagung-dan-digaungkan di sebuah kampus di Rumbai, Pekanbaru -  Politeknik Caltex Riau  (PCR) "Disipilin, Kebersamaan, Cinta  Lokasi   Lingkungan" Sumber: google.com Teman-teman mahasiswa, alumni, atau bahkan staf PCR pasti udah sering dengar semboyan super ini. Semboyan yang tidak bosan-bosannya disampaikan dalam setiap kesempatan, dan akan teman-teman dengar saat pertama kali menjadi mahasiswa baru (maba) di kampus ini, sampai seterusnya. Semboyan ini bukan untaian kata biasa, melainkan sudah menjadi citra PCR yang akan terus selalu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh civitas akademika PCR. Uniknya, banyak mahasiswa atau alumni yang kemudian seiring berjalannya waktu diplesetkan menjadi Disiplin, Kebersamaan, Cinta Lokasi . Plesetan ini bukan tanpa alasan, jika dilihat dari banyaknya ...