Langsung ke konten utama

Disiplin, Kebersamaan, Cinta (Lokasi) Lingkungan, Hati-hati Terjebak!

Hi, glasses-B!
Untuk pembaca baru, Bela ucapkan selamat datang dan semoga tulisan di blog ini memberi manfaat. Pada kesempatan kali ini, Bela akan bahas tentang semboyan yang selalu diagung-dan-digaungkan di sebuah kampus di Rumbai, Pekanbaru - Politeknik Caltex Riau (PCR)

"Disipilin, Kebersamaan, Cinta Lokasi Lingkungan"

pcr
Sumber: google.com

Teman-teman mahasiswa, alumni, atau bahkan staf PCR pasti udah sering dengar semboyan super ini. Semboyan yang tidak bosan-bosannya disampaikan dalam setiap kesempatan, dan akan teman-teman dengar saat pertama kali menjadi mahasiswa baru (maba) di kampus ini, sampai seterusnya. Semboyan ini bukan untaian kata biasa, melainkan sudah menjadi citra PCR yang akan terus selalu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh civitas akademika PCR. Uniknya, banyak mahasiswa atau alumni yang kemudian seiring berjalannya waktu diplesetkan menjadi Disiplin, Kebersamaan, Cinta Lokasi. Plesetan ini bukan tanpa alasan, jika dilihat dari banyaknya alumni yang punya cerita cinta dan berakhir hingga ke pelaminan, yap, sama teman, senior, atau musuh sendiri (nahloo...hihi).usut punya usut ini disebut 'the curse of PCR' ya namanya juga 'the curse', tentu gak semua orang mengalaminya ya, hanya orang-orang tertentu saja.

Menurut kaca mata Bela, hal ini terjadi karena banyak faktor, selain takdir Allah YME tentunya. Setidaknya ada beberapa kemungkinan kenapa bisa terjadi cinta lokasi (cinlok) di PCR:
1. Jadwal Perkuliahan Padat
Perkuliahan di PCR umumnya ada setiap hari Senin s/d Jum'at, mulai pukul 07.00 s/d 16.00 WIB, bahkan ada yang berakhir pada pukul 17.00 WIB. Bayangkan, setiap harinya kita akan bertemu orang yang itu-itu aja. Dia lagi... dia lagi.

2. Kegiatan Organisasi Wajib
Jadwal perkuliahan yang rasanya sudah cukup padat, ternyata masih belum cukup! Mahasiswa diwajibkan untuk ikut dalam kegiatan berorganisasi dan akan dievaluasi, seluruh kegiatan tersebut juga akan dinilai dalam sebuah Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) dulu sih zaman Bela kuliah di PCR, bobot penilaian minimum 60 untuk D3 dan 75 untuk D4. Bentuk kegiatan yang bisa diikuti bermacam-macam mulai dari menjadi pengurus BEM, BLM, UKM, mengikuti perlombaan, menjadi delegasi kampus, atau kepanitiaan. Akhirnya, yang tadinya ketemu si dia cuma di kelas, atau mungkin papasan di kampus, di mesjid, atau di toilet (lah ga mungkin.. pan beda toiletnya, eh mungkin aja kan toiletnya deketan) sekarang nambah lagi, ketemu di kegiatan diluar urusan perkuliahan. Jadi,
Jam 7 - Mau masuk kelas ketemu dia
Jam 10 - Duduk santuy bareng sahabat, ketemu dia
Jam 12 - Makan siang di kantin ketemu dia
Jam 1 - Sholat ke mesjid ketemu dia
Jam 4 - Rapat panitia ketemu dia
Hadeeuhhhh.... Dia lagi.. dia lagi. Dimana-mana selalu ada dia, bukan karena kamu atau dia ngikutin, ya karena kebetulan aja. Eits, atau justru ketemunya abang kelas, kakak kelas, atau adik kelas. Hm.. seru nih, target jangan sampai lolos!

3. Udah Dikecengin Sejak ISO
Information Study Orientation (ISO) adalah kegiatan pengenalan kampus untuk maba yang dilakukan selama beberapa hari di PCR, intensitas dan frekuensi bertemu orang yang itu-itu aja akan sangat tinggi pada masa-masa ini, apalagi abang kelas yang akan berusaha tebar pesona ke adik-adik maba, berbagai upaya dan modus akan berusaha dilakukan. Pokoknya, jangan kasi kendor!

Setidaknya ada 3 kemungkinan penyebab tumbuh dan mekarnya cinta lokasi bagi mahasiswa PCR, yang uniknya hampir selalu berakhir di pelaminan, terutama alumni D3 Teknik Komputer dan D3 Teknik Elektronika, D3 Teknik Telekomunikasi dan D3 Teknik Elektronika, D4 Teknik Informatika dan D3 Teknik Elektronika, dan program studi lainnya. Eh eh, btw ada apa ini? perasaan alumni D3 Teknik Elektronika (Elka) ini paling demen cinlok. Sama kaya yang nulis... Sebegitu susahnya nyari jodoh 'orang luar' kayanya, akibat terlalu lama ngelab nih kayanya. Makanya... lain kali main ke kampus tetangga, atau jalan-jalan ke mall. Kali aja, ketemu cemceman, tau-tau anak PCR juga. #gubrak

Selain 3 kemungkinan di atas, ada juga alasan klasik yang sering digunakan yaitu:
- Gak ada waktu PDKT sama 'orang luar' 
- Takut doi gak pengertian dengan kesibukan anak PCR, secara Senin s/d Jum'at kuliah full kan ya, bisa ngambek cewenya dianggurin...

Cerita punya cerita, Bela juga termasuk mahasiswa yang kena 'the curse of PCR' nih glasses-B, jodohnya senior beda program studi, kalau bela D3 Elka Generasi 14, doi D4 Sistem Informasi Generasi 12, cinloknya di sebuah kepanitiaan, kebetulan satu divisi, lirik sekali - B aja, lirik kedua kali - ehem, lirik ketiga kali - doi gak kuat menahan pesona Bela kala masih belia saat itu *wkwk, akhirnya kami berdua pun memutuskan menikah di tahun 2016, sekarang sudah jalan 3.5 tahun, sudah dikaruniai anak laki-laki dan belum tau kapan mau nambah lagi, doain ya manteman, TA bela bisa selesai tahun ini dan wisuda di tahun depan. *ga nyambung - tapi gapapa - nitip doa netijen dan pembaca tersayang*
Selain Bela, kakak kandung Bela (D3 Elka Genarasi 12) juga cinlok sama temennya sendiri, satu kelas pula, ampun,,,, ini bener-bener dah. TOP! Anda terjebak... Alhamdulillah kami sudah sama-sama menikah, gak di PHP-in kayak kreditan mobil, 7 atau 10 tahun lagi kau ku pinang tau-tau nyebar undangan... Jadi, cerita soal cinlok di PCR bukan omong kosong belaka! Karena cinta bisa datang darimana saja, mahasiswa PCR akan berubah haluan menjadi penganut "Tresno Jalaran Soko Kulino" Cinta Tumbuh Karena Terbiasa. Acieeeeee.... buat yang belum, siap-siap ya!

So, buat glasses-B yang ingin mengejar mimpi dan jodoh, kuliah aja di PCR, kali aja bisa dapat sepaket. Pokoknya.. hati-hati terjebak!

Komentar

  1. "Disipilin, Kebersamaan, Cinta Lokasi Lingkungan"

    Semboyannya apa udh dr angkatan pertama te Bel?Kaka G2 yg cm sampe matrikulasi ga ingat lg ������

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MCU Gratis di Hari Ulang Tahun, Kok Bisa? Ini Pengalamanku!

Ulang tahun biasanya identik dengan kejutan, kado, dan perayaan kecil bersama keluarga atau teman. Tapi siapa sangka, tahun ini saya mendapat hadiah yang belum pernah didapat sebelumnya: Medical Check-Up (MCU) gratis dari pemerintah! Banyak dari kita mungkin jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Entah karena kesibukan, merasa masih sehat, atau khawatir dengan biayanya. Padahal, Medical Check-Up (MCU) sangat penting untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan sebelum menjadi masalah serius. Nah, menariknya, kali ini pemerintah melalui puskesmas maupun rumah sakit pemerintah dalam rangka kampanye kesehatan nasional memfasilitasi masyarakat untuk MCU gratis, alias nol biaya. Beritanya dapat diakses di sini .**  **Untuk memastikan apakah program ini tersedia di daerahmu,  coba cek ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.  Biasanya, informasi ini juga diumumkan melalui media sosial dinas kesehatan setempat. Berhubung saya berulang tahun di bulan Januari...

I'm Just a Mom 🍓

Hai.... Jumpa lagi! Setelah beberapa bulan lama nya tidak menulis, lumayan bingung rasanya mau menuliskan apa di tengah-tengah kesibukan aktivitas rumah tangga, perkuliahan, riset, dan lain sebagainya.  Setelah beberapa bulan pasca melahirkan, saya kembali merasakan drama, naik-turun, dan serunya jadi Ibu yang punya bayi. Bayi yang lahir ke dunia ini pada tanggal 15 Agustus 2023, atas izin Allah dimudahkan segala prosesnya. Dan tepat 1 Minggu setelahnya, bayi dengan tubuh mungil itu sudah harus saya titipkan ke Ibu saya di rumah, 5-8 jam lamanya (hampir) setiap hari. Sebenarnya, ini bukan kali pertama saya 'meninggalkan' anak. Tahun 2019, saat usia anak pertama saya 7 bulan, saya diterima bekerja di salah satu kampus. Hanya saja, kali ini terasa lebih awal. Jadi, kalau saat ini orang-orang bertanya apakah saya sedih meninggalkan bayi di rumah, saya bingung harus menjawab apa. Apa ekspektasi orang atas jawaban yang akan saya berikan? Dari 2 pengalaman 'meninggalkan' anak...