Langsung ke konten utama

5 Alasan Kuliah di Politeknik

Hai, glasses-B!

Beberapa waktu lalu, teman-teman glasses-B tingkat MA/SMA/SMK/Ponpes baru saja dinyatakan lulus, dan sebagian teman-teman ada yang memutuskan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Nah, sebelumnya, Bela mau tanya nih teman-teman udah tau belum akan kuliah dimana?
Gambar. Politeknik Caltex Riau, Politeknik Swasta Terbaik Nasional 2015, 2016, 2017, 2019 - Kemenristek Dikti
Sebelum memutuskan kampus mana yang dituju, penting untuk teman-teman glasses-B mencari informasi seputar Perguruan Tinggi di Indonesia. Sebagai informasi, Perguruan Tinggi di negara kita dibagi atas 5 jenis, yaitu: Universitas, Institut, Politeknik, Akademi, dan Sekolah Tinggi.  Kali ini, Bela akan bahas seputar Politeknik dari kaca mata Bela. Simak yuk!

5 Alasan Memilih Kuliah di Politeknik

1. Politeknik Erat dengan Dunia Industri
Politeknik dengan budaya disiplin dan sibuknya seolah-olah sedang melakukan training kepada mahasiswanya untuk siap terjun ke dunia industri. Pada umumnya, kuliah di Politeknik mengharuskan mahasiswa untuk masuk kuliah pukul 7 pagi, yang juga akan ditemui saat bekerja di industri seperti manufaktur, migas, pertambangan, dan lain-lain. Berbekal kedispilinan yang didapatkan selama di bangku perkuliahan, tidak perlu heran lulusan Politeknik terbiasa bangun pagi, wah, selain siap di dunia kerja siap juga nih diajak berumah tangga! ☺

2. Lebih Banyak Kuliah Praktikum
Politeknik mulai dikembangkan di Indonesia pada era 80-an. Pendidikan Politeknik difokuskan pada vokasi dan mendidik lulusan untuk siap kerja dan high level thinking. Loh kok bisa? bisa dong, karena lulusan Politeknik dibekali kemampuan dan skill yang mumpuni di bidangnya. Hasil yang didapatkan gak instan loh, glasses-B! semua karena persentase kuliah praktikum di Politeknik lebih besar daripada kuliah teori. Teman-teman punya waktu dan kesempatan yang banyak untuk eksplor pengetahuan saat kuliah praktikum, yang pada umumnya sebesar 65-70%, sisanya digunakan untuk kuliah teori. Seperti yang Bela rasakan saat kuliah, Bela berkesempatan mengoperasikan alat-alat praktikum yang ada di buku paket kuliah, jadi gak sekedar berkhayal bentuk alatnya gimana.. hehe. Yah, walaupun di zaman canggih sekarang udah banyak aplikasi untuk mensimulasikan praktikum, tetap beda loh rasanya kalau benar-benar megang dan operasiin alatnya secara langsung. Coba deh!

3. Sangat Cocok untuk lulusan SMK
Untuk glasses-B yang berasal dari SMK, sangat dianjurkan untuk melanjutkan perkuliahan di Politeknik yang merupakan pendidikan vokasi. Lulusan SMK yang terampil akan sangat terasah bakatnya saat kuliah di Politeknik jika memilih jurusan yang ilmunya liner, karena sudah memiliki dasar keilmuannya. Contohnya saja, jika glasses-B di SMK mengambil jurusan Teknik Audio Video dan melanjutkan perkuliahan di Politeknik mengambil program studi Teknik Elektronika, akan sangat membantu karena glasses-B sudah punya dasar keilmuan dan sudah mengenal jenis dan penggunaan komponen elektronika sebelumya.

4. Meningkatkan Kreativitas
Kuliah di Politeknik, selain meningkatkan skill juga bisa meningkatkan kreativitas loh, glasses-B! Kok bisa ya? bisa doong... karena, di Politeknik setiap mahasiswa akan diberikan sebuah mini project pada akhir semester yang pastinya harus berbeda antara teman yang satu dan yang lain. Bayangkan, setiap semester akan ada mini project, pasti seru dong yaaa.

5. Membentuk Mental 'Baja'
Teman-teman glasses-B pernah dengar gak lulusan Politeknik itu bermental baja? yup! itu semua ada benarnya. Kalau pengalaman Bela sendiri, ini terbentuk seiring dengan perjalanan yang dilalui selama kuliah. Mulai dari jam perkuliahan yang padat, tugas-tugas dan project dengan deadline, keharusan untuk disiplin, mau tidak mau harus belajar memanage waktu, dan jadwal libur yang umumnya lebih sedikit daripada kampus lain. Eits... tapi teman-teman jangan takut untuk kuliah di Politeknik ya! Percaya deh, teman-teman akan enjoy menjalani semua ini bareng teman-teman kuliah lainnya, karena hasil dari buah kesabaran dan kesungguhan selama kuliah akan dipetik saat masuk ke dunia kerja nanti. 

Nah, itulah 5 Alasan Kuliah di Politeknik versi kaca mata Bela. Akhir kata, semoga teman-teman semakin yakin untuk kuliah di Politeknik ya, jangan lupa pilih bidang dan program studi yang benar-benar teman-teman minati. Jangan ragu untuk berbagi cerita dengan cara komen di bawah yaaaa ☺

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MCU Gratis di Hari Ulang Tahun, Kok Bisa? Ini Pengalamanku!

Ulang tahun biasanya identik dengan kejutan, kado, dan perayaan kecil bersama keluarga atau teman. Tapi siapa sangka, tahun ini saya mendapat hadiah yang belum pernah didapat sebelumnya: Medical Check-Up (MCU) gratis dari pemerintah! Banyak dari kita mungkin jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Entah karena kesibukan, merasa masih sehat, atau khawatir dengan biayanya. Padahal, Medical Check-Up (MCU) sangat penting untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan sebelum menjadi masalah serius. Nah, menariknya, kali ini pemerintah melalui puskesmas maupun rumah sakit pemerintah dalam rangka kampanye kesehatan nasional memfasilitasi masyarakat untuk MCU gratis, alias nol biaya. Beritanya dapat diakses di sini .**  **Untuk memastikan apakah program ini tersedia di daerahmu,  coba cek ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.  Biasanya, informasi ini juga diumumkan melalui media sosial dinas kesehatan setempat. Berhubung saya berulang tahun di bulan Januari...

Disiplin, Kebersamaan, Cinta (Lokasi) Lingkungan, Hati-hati Terjebak!

Hi, glasses-B ! Untuk pembaca baru, Bela ucapkan selamat datang dan semoga tulisan di blog ini memberi manfaat. Pada kesempatan kali ini, Bela akan bahas tentang semboyan yang selalu diagung-dan-digaungkan di sebuah kampus di Rumbai, Pekanbaru -  Politeknik Caltex Riau  (PCR) "Disipilin, Kebersamaan, Cinta  Lokasi   Lingkungan" Sumber: google.com Teman-teman mahasiswa, alumni, atau bahkan staf PCR pasti udah sering dengar semboyan super ini. Semboyan yang tidak bosan-bosannya disampaikan dalam setiap kesempatan, dan akan teman-teman dengar saat pertama kali menjadi mahasiswa baru (maba) di kampus ini, sampai seterusnya. Semboyan ini bukan untaian kata biasa, melainkan sudah menjadi citra PCR yang akan terus selalu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh civitas akademika PCR. Uniknya, banyak mahasiswa atau alumni yang kemudian seiring berjalannya waktu diplesetkan menjadi Disiplin, Kebersamaan, Cinta Lokasi . Plesetan ini bukan tanpa alasan, jika dilihat dari banyaknya ...

I'm Just a Mom 🍓

Hai.... Jumpa lagi! Setelah beberapa bulan lama nya tidak menulis, lumayan bingung rasanya mau menuliskan apa di tengah-tengah kesibukan aktivitas rumah tangga, perkuliahan, riset, dan lain sebagainya.  Setelah beberapa bulan pasca melahirkan, saya kembali merasakan drama, naik-turun, dan serunya jadi Ibu yang punya bayi. Bayi yang lahir ke dunia ini pada tanggal 15 Agustus 2023, atas izin Allah dimudahkan segala prosesnya. Dan tepat 1 Minggu setelahnya, bayi dengan tubuh mungil itu sudah harus saya titipkan ke Ibu saya di rumah, 5-8 jam lamanya (hampir) setiap hari. Sebenarnya, ini bukan kali pertama saya 'meninggalkan' anak. Tahun 2019, saat usia anak pertama saya 7 bulan, saya diterima bekerja di salah satu kampus. Hanya saja, kali ini terasa lebih awal. Jadi, kalau saat ini orang-orang bertanya apakah saya sedih meninggalkan bayi di rumah, saya bingung harus menjawab apa. Apa ekspektasi orang atas jawaban yang akan saya berikan? Dari 2 pengalaman 'meninggalkan' anak...